Sabtu, 21 Juni 2008

Scars On Broadway

Scars on Broadway

Scars on Broadway is an American rock band. The band currently consists of the System of a Down members Daron Malakian (vocals/guitar) and John Dolmayan (drums), in addition to Franky Perez (guitar/backing vocals), Danny Shamoun (keyboards/percussion), and Dominic Cifarelli (bass).

History

In December of 2005, Malakian said in an interview that he "could release ten solo records tomorrow.". He also said, " I have tons of material laying around. After these albums," (Mezmerize and Hypnotize) "I'm gonna go off to learn how to brain and do something on my own, just like Serj. And no, System of a Down is not breaking up. We're just gonna do like KISS and put out our own solo records."

Malakian is currently recording the self-titled debut album for Scars on Broadway. "Ghetto Blaster Rehearsals" was supposedly a leak of new Scars on Broadway material, but in a 2007 letter, Daron announced on his website that these tracks weren't in any way affiliated to Scars on Broadway as it exists today and that the music is from a disbanded project from four years ago (most likely the one that featured the line-up with Casey Chaos). At this time, the only confirmed members were Malakian on vocals and guitar with System of a Down member John Dolmayan on drums.

On March 14, 2008, Scars launched an advertising contest challenging fans to post the Scars on Broadway countdown banner on the best websites they can find and submit screenshots. The prize is a cymbal signed by John and Daron.

The band's website featured a countdown timer, counting down to 15:00 PST of March 28, 2008. Additionally, above the timer, in quotation marks was the phrase "They say it's all about to end." When the countdown ended, the song "They Say" was made available on the site. The song is also available for listening on the band's official MySpace page, it is no longer available for free download.

Scars on Broadway played their first live show April 11, 2008 at the Whisky A Go Go in Los Angeles, CA. They have also confirmed to be playing with Metallica at KFMA Day 2008 in Tucson, AZ[2]. On January 22, 2008 Scars on Broadway were announced to be performing at the Coachella Valley Music and Arts Festival on April 26, 2008[3]. On May 17th of that year, the band also performed at the sixteenth annual KROQ Weenie Roast, along with Atreyu, Bad Religion, Flobots, Flogging Molly, Metallica, The Offspring, Pennywise, The Raconteurs, Rise Against and Seether. Additional tour dates were announced on their official website on the 30th of May [3].

On May 2, 2008, Scars announced on their official website that their debut album, Scars on Broadway, will be released on the 28th and 29th of July.

Starting from May 28th, 2008, "They Say" is available for purchase at iTunes Music store. On June 20th Scars on Broadway released a teaser for their single "They Say" on a myspace bulletin. In the teaser, the video is said to premiere soon.

Musical Style

As from its early days, Daron Malakian always addressed the project as just rock, and "a lot more rock driven, although there will be some metal influences in the SOAD style".
On what direction the debut album will take, Malakian states: "It will probably be something electronic mixed in with traditional Armenian and thrash, death, black, and doom metal influences. When the music comes out, it will still be structured, just like System of a Down's music is."'.
In a recent interview, Malakian stated that the music will be influenced by Classic rock acts such as David Bowie, Brian Eno, Neil Young, and Roxy Music. He also stated that he shifted his songwriting from SOAD's frazzled metal to more song-based work, inspired by Neil Young and David Bowie.
"I don't feel we're the mosh-pit band," says Malakian. "That's just where I'm comfortable as a writer right now," he said, hinting at the band's rock over metal music approach.

Band members

Current members

  • Daron Malakian - lead vocals, guitar (2003, 2006-present)
  • John Dolmayan - drums (2007-present)
  • Franky Perez - guitar, backing vocals (2008-present)
  • Danny Shamoun - keyboards, percussion (2006-present)
  • Dominic Cifarelli - bass (2008-present)

Discography

Tips Memilih Bensin yang Sesuai

BENSIN APA YANG SESUAI UNTUK MOTOR ANDA


Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita. Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya. Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi.

Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Wah jadi bagaimana dong?. Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah? Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking).

Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!.. hiiii Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi). Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut. Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’.

Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

Kesimpulan:
- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Solusi Alternatif Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:
- Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
- Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
- Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).
- Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).
- dan lain-lain.


Fakta…

Pada kenyataannya.. banyak kita lihat, khususnya di SPBU,
motor-motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

Thanks to KaFC :-)

Bensin Ramah Lingkungan

Dengan semakin berkurangnya sumber minyak mentah, pengembangan dan penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan menjadi salah satu pilihan yang diharapkan dapat memenuhi permintaan kebutuhan bahan bakar yang semakin meningkat. Di samping itu, pemakaian bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan juga memberikan berbagai dampak positif, antara lain emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan (terutama mengurangi gas rumah kaca), serta potensi untuk pengembangan industri pertanian.


Salah satu jenis bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang terbarukan yang saat ini banyak dipakai adalah biodiesel. Setelah pengembangan biodiesel, pengembangan bahan bakar alternatif juga diarahkan untuk membuat biogasoline, dengan komponen campurannya menggunakan bioetanol. Artikel ini membahas mengenai biogasoline dan penggunaannya sebagai pengganti gasoline dari minyak bumi.


Etanol dan Bioetanol

Etanol atau etil alcohol (lebih dikenal sebagai “alkohol”, lambang kimia C2H5OH) adalah cairan tak berwarna dengan karakteristik antara lain mudah terbakar, larut dalam air, biodegradable, tidak karsinogenik, dan jika terjadi pencemaran tidak memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Penggunaan etanol sebagai bahan bakar bernilai oktan tinggi atau aditif peningkat bilangan oktan pada bahan bakar sebenarnya sudah dilakukan sejak abad 19. Mula-mula etanol digunakan untuk bahan bakar lampu pada masa sebelum perang saudara di Amerika Serikat.


Kemudian pada tahun 1860 Nikolaus Otto menggunakan bahan bakar etanol dalam mengembangkan mesin kendaraan dengan siklus Otto. Mobil Model T karya Henry Ford yang diluncurkan pada tahun 1908 dirancang untuk menggunakan bahan bakar etanol atau gasoline. Namun karena harganya yang sangat tinggi, etanol kalah bersaing dengan bahan bakar yang terbuat dari minyak bumi. Harga minyak bumi yang membumbung belakangan ini membuat orang kembali mempertimbangkan etanol untuk dijadikan bahan bakar kendaraan.


Semoga berguna :-)